Blog didedikasikan kepada pengikut dan pembaca dalam hal pengalaman penulis dalam menyajikan tempat wisata (traveling), obyek pendidikan, jajanan, sosial budaya, ekonomi dan kehidupan jalanan.

Wednesday, January 21, 2015

Tanoker Jember, pilihan tepat melepas penat.

Jember bagi saya adalah salah satu kota yang masih memegang tradisi dan budaya yang masih sangat kental. Terbukti saat saya awal di Jember pertama kali, bahasa sehari-hari yang digunakan pun dominan masih bahasa dearah yaitu bahasa madura, 7 dari 10 warga Jember didominasi oleh penduduk yang berbahasa madura. 

Oleh karena itu tak heran jika kebiasaan orang-orang di Jember ini masih sangat kental dan membudaya dengan bahasanya, pertamakali sering kebingunan, Cuma sekedar senyum atau mengangguk saat teman saya dengan  lihainya berbahasa madura. Tetapi saya yakin, apabila anda di setiap hari anda diserang terus dengan bahasa yang lumayan susah ini, mau tidak mau pasti anda akan memelajarinya, saya sendiri contohnya.
Tanoker

Tiga bulan yang lalu tepatnya, pertengahan bulan Oktober tahun kemarin saya di ajak sahabat Pramuka ke salah satu wisata bermain di daerah Ledokombo, tepatnya di Jember bagian utara. Coba anda cari di Google maps. Seingat yang saya ingat, jiak dari daerah kampus UNEJ. Anda harus ke utara, menuju ke arah Arjasa. Sebelum terminal Arjasa terdapat pertigaan yang juga ada trafight light-nya, ambillah ke arah kanan. 

Melajulah dengan kecepatan sedang, saya sarankan jika anda mengendarai motor sepeda motor, jangan selau tertuju ke arah depan pandangan anda, sekali-kali melihatlah ke samping kanan dan kiri, karena sepenjang perjalanan terdapat salah satu pabrik rokok  yang mau tidak mau kamu harus menolehnya karena memang baunya sedap jika disaat sedang melewati pabrik ini. 

Barulah setelah anda menjumpai pertiggan Kalisat, ambillah ke arah kiri. Karena jika anda ke arah kanan pasti akan di tujukan ke SPBU Mayang yang selanjutnya menuju Banyuwangi. Setelah di segitiga Kalisat, tepatnya daerah sekitar pasar, ambillah ke arah kanan dan lanjutkan perjalanan sampai tiba di Ledokombo. Nanti anda akan menjumpai pertigaan, tepat di sebalh kiri pertigaan tersebut wisata bermain Tanoker berada. Jika anda masih kesulitan dengan jaur menuju ke Tanoker, gunakan fasilitas Android anda, atau jika tidak mau susah rajinlah bertanya, karena saya yakin warga daerah sini sangat ramah.
       
Wisata bermain Tanoker ini memang sejatinya merupakan ditujukan kepada arena bermain untuk anak-anak. Tapi disaat saat saya berkunjung ke tempat ini, saya lihat banyak juga dar kalangan Dewasa, diantaranya mahasiswa. Mahasiswa dari luar Jember pun banyak saya temui. Pertama kali masuk ke tempat ini saya disuguhkan dengan alunan gamelan Jawa, sedikit penasaran dengan suara-suara tersebut. 

Terdengar juga gendang yang dimainkan leh adek-adek ini. Tetapi permainannya bukan hanya menabuh gendang, tapi ada juga yang menari-nari dengan lihainya dengan egrang. Tahukah anda apa itu egrang. 

Ya benar sekali, jenis permainan berbahan dasar dar bambu. Memainkannya cukup mudah, kita hanya naik dan berjalan sudah dengan mengangkat bambu sekira 2 meter itu. Tapi, bagi anda yang belum bisa sama sekali dengan permainan ini saya sarankan jangan coba-coba untuk memainkannya tanpa adanya arahan dari pelatih atau orang yang sudah menguasai teknik permainannya, bisa-bisa malah kesleo atau tidak salah dalam teknik permainan dapat menyebabkan kesalahan fatal.
Tanoker

      Mulai masuk gerbang. Anda akan melihat berbagai aktifitas yang menarik, arena outbond terdapat disini. Memang tekstur tanahnya berbentuk gumuk, jadi lebih beragam permainan lebih menantang. Sebelumnya saya melihat puluhan egrang tapi saat saya mulai masuk gerbang, saya menjumpai jembatan yang tersusun dari rangkaian bambu. Ada juga kolam pemancingan, sayang saat saya kesana masih sepi. 

Yang membuat saya kagum dengan tempat ini adalah para pemain egrang tadi yang dengan mudahnya memainkan alat tersebut. Padahal saya saja yang sudah tinggi ini susah memainkannya, sekali nyoba roboh dan jatuh. Salut buat mereka adek-adek yang hanya dengan satu bambu saja pun dapat berjaland dengan lancar. Tak salah jika seringkali mereka dikirim ke luar negeri untuk menampilkan permainan ini membawa Indonesia, ujar Pendiri tempat ini Pak Supono.

         Setelah menikmati suasana di tempat ini, maka anda akan diajak ke tempat lain yang juga merupakan permainan di Tanoker ini, sekira 500 meter dari tempat arena permianan egrang. Polo lumpur. Ya tepat sekali, saya bermain polo lumpur bersama dengan orang-orang yang berkunjung ke tempat ini. Tepat hari Sabtu yang juga para mahasiswa sedang tidak ada jadwal kuliah kami bermain disana. Polo lumpur dimainkan oleh 12 orang dari masing-masing tim. Sebelum permainan dimulai kami sempatkan untuk foto dulu.
  

Tanoker
Sebelum dimulai pertandingan polo lumpur
Setelah dirasa semua sudah siap. Barulah wasit meniup peluit tanda dari dimulainya permainan. Teknik permainannya cukup mudah, tiap tim diharapakan mampu memasukkan bola ke gawang lawan sebanyak-banyaknya. Sama halnya dengan teknik permainan sepak bola biasanya, tetapi menggunakan polo lumpur menggunakan tangan. 

Seru sekali apabila anda disini sebagai penonton. Melihat pemain yang bermandi lumpur membawa bola, merebut bola di tangan lawan dan juga melindungi area tim dari lawan membuat suasana semakin hentak. Tapi saya sarankan apabia anda ke tempat ini jangan hanya menjadi penonton, ikutlah bermain polo lumpur yang mungkin tidak anda temui di tempat lain atau tidak akan ditemui di kota yang tanah lapangnya untuk pencakat langit.    

Bukan kemenangan jadi nomor satu bagi tim kami, tapi kekompokan yang menjadi hal utama. Semua orang tersenyum melihat tubuh pemain lainnya karena berwarna coklat karena lumpur, sementara yang lain tidak menyadari jika dirinya juga berambut lumpur. Bagi anda dan khususnya mahasiswa, apabila sedang libur atau sekedar mengisi waktu luang ajaklah sahabat-sahabatmu ke tempat ini, ajaklah mereka sebanyak-banyaknya. Kalau perlu satu kelas Matematika di ajak. 

Setelah permainan selesai dan membersihkan tubuh yang dibanjiri lumpur, saya pun mengunjugi tempat koleksi benda-benda unik. Mulai dari lukisan, ukiran, bahkan kesan hadiah dari wisatawan asing pun di temui di tempat ini. Saya sempat tergeleng-geleng melihat koleksi foto-foto disini. 

Teryata mereka sudah dikenal wisatawan asing dan bahkan seringnya di undang ke luar negeri acapkali pemberian dari orang-orang penonton di luar negeri dibawanya pulang untuk dijadikan koleksi disini. Terimakasih Tanoker. Terimakasih Jember.

Berikut gambar-gambar saatdi tanoker dan saat permianan polo lumpur,

Tanoker
Permainan di tanah Tanoker
Tanoker
Persiapan sebelum bertanding -  MHS Pertanian UNEJ
Tanoker
Menyatu dengan lumpur Tanoker
Tanoker
Permainan Polo Lumpur Tanoker
Tanoker
Para pemain setelah permainan selesai

Share:

0 komentar:

Post a Comment

Copyright © Dwi Satya Blog - Belajar Mengelola Hidup dengan Benar Didukung oleh Jemberwebsite.com