Blog didedikasikan kepada pengikut dan pembaca dalam hal pengalaman penulis dalam menyajikan tempat wisata (traveling), obyek pendidikan, jajanan, sosial budaya, ekonomi dan kehidupan jalanan.

Sunday, February 1, 2015

Hati-hati! Barokah atau tidak senyuman anda tergantung niat.

Ada apa dengan senyuman?
Mengapa begitu mempesona saat orang tersenyum? (terlebih saat lawan jenis).

Tidak dapat dipungkiri lagi memang. Sesuai dengan apa yang guru saya saat SMP berujar, "Senyum adalah ibadah". 

Entahlah saya tak mengetahui darimana dasaranya. Tapi yang menjadi pertimbangan adalah seberapa niatnya kita tersenyum untuk orang lain? Atau hanya senyuman kibul yang biasa di lakukan terhadap orang yang tidak mempunyai niatan yag baik.

Secara tidak langsung senyuman akan membuat orang lain senang terhadap orang yang yang tersenyum padanya. Entah orang itu banyak masalah atau tidak, kita tidak akan mengetahuinya. Sesaat  ketika kita berjalan di trotoar, melintasi rumah warga, kitapun tak mengenalinya, kita hanya bisa tersenyum. Merekapun ikut tersenyum.

Tetapi setaeah kita beranjak jauh dari rumahnya, kadangkala kita hanya bertanya dalam diri sendiri? "Loh! Tadi siapa ya yang tersenyum padaku? Kenal nggak ya aku? Kenapa dia tadi senyum padaku?"

Oh ya dapatkah anda sadari bahwa senyuman dapat mengubah keadaan anda?
Saat kita mendapat masalah entah itu karena faktor keluarga, di kantor ataupun karena masalah lainnya senyuman dapat menbawa kita ke arah yang lebih baik. Senyum anda berhubungan langsung dengan seberapa keikhlasan kita.

Senyum dengan orang lain apa ruginya?
Sejauh ini yang saya ketahui tidak ada ruginya. Malah lebih dapat membuat keadaan orang lain berubah. 

Nah. Tapi yang menjadi pertanyaan bagi saya di postingan kali ini seberapa ikhas ikta memberikan senyuman pada orang lain? Mungkinkah hanya manis diucap berat dihati?
Semua itu hanya diri kita sendiri yang menentukan, hal ini akan berhubungan dengan rasa percaya diri masing-masing.

Tapi jangan sembarangan memberikan senyuman pada orang lain, malah-malah menjadikan orang lain bersikap ilfeel (perasaan yang tidak mereka sukai terhadap diri kita).
Hal kecil yang pernah saya alami; Ketika berjalan di gang, kebetulan ada orang lain yang duduk di depan rumahnya. Sempat saja saya tidak langsung lewat, tetapi tersenyum terlebih dulu pada si empunya rumah itu.  

Bermaksud baik untuk menyapanya meskipun tidak kenal, malah dapat balasan. "ono opo le guyu-guyu? ono sing lucu ta?"  (ada apa mas tersenyum sendiri? ada yang lucukah?);
Gimana coba yang anda rasakan ketika berada di posisi saya?...
Pastinya seribu malu.

Yang jelas apapun yang kita lakukan daam kegiatan sehari-hari tak luput dari aktivitas tersenyum, Tersenyumlah untuk mereka yang menyayangimu. Dunia akan bahagia.
Share:

0 komentar:

Post a Comment

Copyright © Dwi Satya Blog - Belajar Mengelola Hidup dengan Benar Didukung oleh Jemberwebsite.com