Menulis, Blog, Jember, Wisata, Budaya, Komunitas, Travel, Vlog, Video, Literasi, Tulisan, Buku, Tips dan Trik, Pramuka, Islami

Monday, February 16, 2015

Mengapa harus ada perkawinan? | Mahasiswa baca ini...

Universitas Jember
source: ummi-online.com
Salam sejahtera untuk kita semua.
Dipostingan kali ini saya akan berbagi mengenai apa tujuan perkawinan dan apa landasan yang menguatkan adanya perkawinan.

Memang benar, perkawinan tak lepas dari adanya hak dan kewajiban setiap orang yang akan bertindak demikian, sebelumnya saya telah membahas hak dan kewajiban yang mengatur diri kita sesuai aturan hukum yang benar dan berlaku di Indonesia.


_____________
Undang-undang nomor 1 tahun 1974 tentang Perkawinan menyatakan bahwa Perkawinan adalah ikatan  lahir dan batin antara seorang pria dengan seorang wanita sebgai suami isteri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang kekal, berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa dan sesuai dengan agama dari masing-masing individu yang menganutnya.

Tujuan tersebut hanyalah dapat dicapai apabila asas Undang-undang Perkawinan yang menyatakan bahwa seorang pria hanya boleh mempunyai seorang isteri dan seorang wanita hanya boleh mempunyai seorang suami (monogami), itulah hal yang harus diperhatikan dan dipatuhi.

Dengan mematuhi asas tersebut maka dapat dijamin suami dapat mencurahkan kewajibannya secara penuh sebagai kepala keluarga dan isteri dapat mencurahkan kewajibannya secara penuh serta menerima haknya sebagai ibu rumah tangga.

Lebih dari itu suami dan isteri akan mencurahkan kewajibannya memelihara dan mendidik anak-anak yang dilahirkan dari perkawinan itu dengan sebaik-baiknya danpa ada paksaan sedikitpun.

Dengan mematuhi asas tersebut diatas, suami dan isteri telah berhasil memikul kewajiban yang luhur untuk menegakkan rumah tangga yang menjadi sendi dasar susunan masyarakat.

Karena perkawinan dimaksudkan untuk membentuk rumah tangga yang kekal, maka Undang-undang perkawinan mempersulit adanya perceraian, serta mempersulit terjadinya mempunyai suami-isteri lebih dari seorang.

Kalau seorang suami yang akan beristeri lebih dari seorang, maka ia wajib mengajukan permohonan kepada Pengadilan di daerah tempat tinggalnya, dan harus ada persetujuan dari isterinya serta kesanggupan untuk berlaku seadil-adilnya.
Pengadilan hanya memberikan izin apabila isterinya ternyata tidak dapat menjalankan kewajibannya sebagai isteri atau cacat badan atau tidak dapat melahirkan keturunan.
_________
Dengan postingan saya yang singkat ini, semoga dapat anda pahami dan dijadikan sebagai wejangan untuk tetap semangat dalam mencari rezeki dan lebih mencintai suami/isteri anda, serta selalu mendidik anak agar sesuai dengan apa yang anda harapkan.
Amiiin...

(Bahan bacaan):
1. Undang-undang nomor 1 tahun 1974
2. Mata kuliah Hukum Perdata (FH Universita Jember)
3. Bacaan bagi keluarga sadar hukum, Departemen Kehakiman RI 1997.


Share:

0 komentar:

Post a Comment

Copyright © Dwi Satya Blog - Belajar Mengelola Hidup dengan Benar Didukung oleh Jemberwebsite.com