Blog didedikasikan kepada pengikut dan pembaca dalam hal pengalaman penulis dalam menyajikan tempat wisata (traveling), obyek pendidikan, jajanan, sosial budaya, ekonomi dan kehidupan jalanan.

Sunday, March 8, 2015

Infotaiment termasuk kegiatan Jurnalisme atau bukan?


Blog Universitas Jember
source img: al-badar.net
Infotaiment atau berita-berita seputar selebritis telah menjadi integral kehidupan media di Indonesia. Setiap hari banyak stasiu televisi, tayangan-tayangannya menyapa khalayak umum. Pertanyaannya, infotaiment apakah bagian dari jurnalisme? Apakah program-program infotaiment dikategorikan sebagai program berita atau program hiburan? Muncul berbagai perbedaan pendapat tentang ini.

Disatu sisi ada pihak yang tegas menyatakan, infotaiment tidak layak disebut sebagai karya jurnalistik karena terlalu banyak mengekspos ha-hal yang sngat pribadi dalam kebihudpan selebriti yang tidak layak untuk disebarluaskan ke masyarakat. Disisi lain, ada pihak yang tegas menyatakan infotaiment adalah karya jurnalistik karena diproduksi dengan cara-cara jurnalistik, serta digemari oleh masyarakat. Tolok ukurnya adalah, rating rata-rata program infotaiment cukup tinggi.

Siapa yang memproduksi atau bertanggungjawab secara langsung atas progam infotaiment di stasiun televisi? Ruang redaksi ataukah divisi lain? Jika program infotaiment dimaksudkan sebagai program jurnalistik. jelas dia harus melekat kepada ruang redaksi, menjadi bagian dan ruang lingkup tanggungjawab redaksi. Karena sebenarnya ranah junalistik di sebuah stasiun televisi terbatas pada ruang redaksi ini.

Kemudian apa saja yang dibahas dalam tayangan atau program infotaiment?
Tidak semua segi dari kehidupan seorang artis bersifat pribadi dan tidak layak diberitakan media. Banyak kehidupan pribadi seorang artis dapat diberitakan, bukan semata-mata karena dia orang terkenal, tetapi karena memang mengandung nilai publik. Misalnya ada artis mendirikan sekolah sepakbola, yayasan amal, menjadi duta lingkungan, atau menjadi calon legislatif jelas mengandung nilai berita. Juga ketiaka seorang artis terlibat kasus narkoba, itu merupakan sebuah berita. Atau ketika seorang artis akan merilis album barunya, hal itu dapat dikatakan berita.
Jadi banyak kehidupan  seorang artis yang mengandung nilai berita, jika infotaiment menyoroti hal itu, maka infotaiment dapat dikategorikan sebagai karya jurnalistik.

Penentuan infotaiment menjadi bagian jurnalisme atau tidak juga dapat dilihat dari rindakan atau perilaku awak infotaiment di lapangan. Apakah mereka secara konsekuen bekerja berdasarkan Kode Ertik Jurnalistik? Apakah mereka pernah mengikuti pelatihan jurnalistik? Apakah mereka dapat menjaga sopan santun dan menghargai hak subjek berita? Apakah mereka telah melakukan proses mencari, mengolah dan menyajikan informasi layaknya wartawan profesional? Intinya kerja harus dilakukan orang-orang secara etis profesional memenuhi kualifikasi sebagai jurnalis. Kerja jurnalis tidak dapat dilakukan oelh sembarangan orang dan dengan cara serampangan.  Siapapun dia termasuk pekerja infotaiment, dapat dimasukkan dalam kualifikasi jurnalis sejauh mereka berpegang tegus kepada Kode Etik Jurnalistik.

Sumber bacaan:  50 tanya jawab tentang PERS oeleh Agus Sudibyo (Kepustakaan Popiler Gramedia)
Share:

0 komentar:

Post a Comment

Copyright © Dwi Satya Blog - Belajar Mengelola Hidup dengan Benar Didukung oleh Jemberwebsite.com