Blog didedikasikan kepada pengikut dan pembaca dalam hal pengalaman penulis dalam menyajikan tempat wisata (traveling), obyek pendidikan, jajanan, sosial budaya, ekonomi dan kehidupan jalanan.

Wednesday, April 15, 2015

Tanggapan Mahasiswa tentang Kartu Kuning UNEJ.

foto: akun Facebook InfoAkademik UNEJ
Universitas Jember terus memberikan hal-hal baru dan mengispirasi, khususnya bagi para mahasiswanya.

Untuk itu kampus tegalboto ini seringkali mengadakan event/kegiatanbesar, seperti seminar, kuliah umum dan masih banyak kegiatan lain yang sudag terselenggara.

Patutlah kita sebagai mahasiswa di kampus ini berbangga hati karena memang  hal itu ditujukan kepada mahasiswa semata.

Terobosan baru dilakukan oleh Universita Jember untuk menanggulangi angka kriminalitas dalam kampus.
Seperti yang sudah sering penulis dengar, kabar kehilangan sepeda motorpun kerapkali terjadi. Entah itu karena faktor mahasiswanya yang ceroboh atau memang karena pengambilnya yang nekat.

Jalan double UNEJ sekarang sudah memiliki portal dan semakin ketat, coba anda lihat di foto berikut. Foto dibawah ini merupakan foto sebelum UNEJ diberi portal, [foto ini saya di ambil bulan 6 tahun 2014].


Universitas Jember

Mulai awal Februari kemarin UNEJ memberikan firut terbarunya, yaitu dengan memberikan kartu kuning (karcis masuk) bagi siapa saja yang menggunakan roda dua.
Berikut foto portal masuk UNEJ [diambil pada Januari 2015].


Universitas Jember

Dengan adanya hal ini, menimbulkan banyak pro dan kontra dikalangan mahasiswa:
Seperi yang diunggah oleh affantaruna via instagramnya, dandi re-upload oleh infoakademik Unej beberapa mahasiswa memberikan komentar terhadap hal tersebut.

Berikut tanggapan mereka:

1. Pandu Luhur Pambudi:
It was totally not effective at all, wasting paper to print the tickets but there was not such as tickets back procedure after we left the campus gate, what a pity thing and we have to do like very same thing everyday when we are going to campus and so on, until the University get the predicate "The most un-effective and wastefulness" entering ticket ever this year? or how?. Replicated data of students, uncomputerized, conventional system. we know that really hard and not that easy to collect data, but please the way was really not a proper way! think smart, go green, be serious! [UNSOLVED PROBLEM]

2. Andhyka Rheza Yogatama Dharmawan
gak efektif blas lo bro. mending gawe e-parkir langsung otomatis kedeteksi deh kendaraannye jaman moderen ya kudu dimanfaatne to  

3. Dirga Bhaskara 
sangat tidak efektif sekali, kasihan tuh penjaganya. seharusnya disediakan pos untuk penjaganya sendiri. kemudian disediakan jalur khusus sepeda motor yang akan lewat depan pos penjagaannya. Untuk elemen dari Universitas Jember sendiri dibuatkan identitas secara khusus, semacam barcode atau apalah dan alat untuk menscannya, sekarang kan udah jamannya sensor, jadi sangat memudahkan sekali baik itu penjaga maupun elemen UNEJ itu sendiri. Untuk menimalisir lolosnya kendaraan yang tidak mempunyai identitas seperti barcode, lajur yang memang dikhususkan untuk kendaraan yang masuk dibuat polisi tidur, sehingga pengendara yg masuk akan berhenti terlebih dahulu.
 
Jika ingin serius jangan setengah-setangah. Dan untuk masalah perkampungan didalam kampus, warganya nanti dibuatkan tanda pengenal khusus, pintu2 yang dianggap liar lebih baik ditutup saja, misalnya dilapangan depan perpus disitu terdapat pintu yg menghubungkan antara kampus dan jalan jawa 7.|
Barcode yang ada sebaiknya tidak diletakkan dimotor saja, namun pada STNK juga. Manfaatkan mahasiswa teknik, isnyaAllah dalam pembuatan sensor dan mikrokontolernya bisa direalisasikan daripada membeli peralatan yang mahal dari luar.
Suwun
 


Berdasarkan data tersebut, saya dapat menyimpulkan 85% mahasiswa kurang mendukung dengan adanya kebijakan ini.
Tetapi meskipun demikiab pasti UNEJ dan pihak pengelola sudah merencakan yang terbaik untuk kenyamanan bersama.


Semoga dengan adanya postingan saya ini lebih memberikan kesadaran terhadap pengguna jalan di lingkungan Universitas Jember dengan mematuhi aturan lalu lintas dan sadar pentinganya kesalamatan bersama dalam berkendara, jangan lupa dipakai helmnya ya bro! Keep Fighting! ...[Dwi Satya] 
Share:

2 comments:

  1. Kalau dulu mungkin ada sebutan 'Kartu Sakti Jokowi', mungkin kali ini Unej merilis 'Kartu Sakti Unej'. Hehehe.

    Efektif atau tidaknya, tidak begitu menjadi masalah bagi saya. tetapi, hal pentingnya adalah kita harus konsisten, sebab biaya yang dikeluarkan (saya yakin) tidak sedikit. kalau mau serius, serius sekalian. mau dicabut, cabut sekalian (itu lebih baik).

    udah nggak efektif, masih setengah-setengah!!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mungkin saran mas Yudik bisa membantu, semoga dapat di dengar mas melalui postingan ini.
      Terimakasih sudah mampir :)

      Delete

Copyright © Dwi Satya Blog - Belajar Mengelola Hidup dengan Benar Didukung oleh Jemberwebsite.com