Blog didedikasikan kepada pengikut dan pembaca dalam hal pengalaman penulis dalam menyajikan tempat wisata (traveling), obyek pendidikan, jajanan, sosial budaya, ekonomi dan kehidupan jalanan.

07 December 2015

Jadikan udara Subuh sebagai manfaat bagi tubuh kita.



Rasullullah Saw biasa bangun malam untuk melaksankan sholat Tahajjud. Setelah itu, beliau keluar rumah menghirup udara atau bernapas dalam-dalam. Ternyata, apa yang diakukan oleh beliau mengandung aspek kesehatan yang sangat besar bagi tubuh. Orang yang pergi ke masjid untuk menunaikan shalat Subuh akan menghirup udara yang lebih bersih dan sehat, yan dapat memberikan penyumbuhan serta tidak dapat disamakan dengan waktu-waktu lainnya.


Meskipun hal ini juga dapat dicapai melalui pernapasan biasa, tetapi untuk mendapatkan manfaat yang lebih besar; Adnan ath-Thasyah menyarankan untuk melakukannya pada waktu berjalan menuju masjid untuk shalat Subuh berjamaah dengan melakukan dalam-dalam sebagai berikut:
Hiruplah udara dari hidung dengan kuat dan dalam, sedikit demi sedikit, dalam satu hirupan panjang, sampai kita merasakan dada kita dipenuhi udara dan tidka mampu lagi menambah hirupan udara. Kemudian hembuskan napas pelan-pelan dari mulut, dalam satu hembusan panjang, sampai kita mengeluarkan semua udara dalam dada, yang diakhiri dengan hembusan kuat dan cepat, untuk mengeluarkan udara terakhir yang ada dalam paru-paru. Hal ini dapat dilakukan sebanyak lima sampai sepuluh kali.
    
     Tak diragukan lagi, bahwa menghirup napas merupakan aktifitas terpenting dalam kehidupan. Kita harus benapas untuk hidup, yaitu ketika paru-paru membersihkan dan memompa darah. Fungsinya adalah supaya sel darah merah dapat menyerap oksigen dan mengeluarkan karbondioksida. Dengan demikian, seluruh organ-organ tubuh dapat beroperasi dengan stabil, selama hati masih dapat menyediakan darah yang bersih. Jika hati tidak beroperasi lagi, diam atau menyimpang, maka organ tubuh akan berhenti bergerak, berkurang, layu dan mati. 

      Dari sini, kita dapat menyimpulkan, bahwa fungsi-fungsi biologis dan jasmani banyak bergantung pada saluran oksigen. Melihat dampak-dampak kesehatan pada tubuh, maka bernapas dalam-dalam memiliki fungsi pemeliharaan yang sangat besar supaya tidak mudah terkena berbagai penyakit. Fisher dan paara ahli kedokteran lainnya mengatakan, bahwa bernapas 100 kali dengan dalam setiap hari merupakan rekoemendasi dokter dalam mencegah penyakit TBC (tuberculosis). Dr. Melt juga menyarankan kepada pasien-pasien yang menderita TBC untuk berada di luar rumah, supaya dapat menghirup udara bebas dan benapas dalam-dalam, maka hasilnya sangat memuaskan. Seperti halnya latihan pernapasan pada saat ini merupakan bentuk pengobatan yang paling bermanfaat dalam mengobati penyakit asma.

          Bernapas dengan sengaja adalah langkah awal untuk menjadi sehat. Karena bernapas dengan dalam secara perlahan juga merangsang saraf-saraf. Karena itu, manfaatnya mencakup kesehatan tubuh dan akan muncul secara serentak. Seperti halnya kita membersihkan porsi makanan yang cukup pada lambung, kita seharusnya juga memberikan porsi udara yang cukup bagi paru-paru, yaitu dengan melatih pernapasan secara baik. Sekitar sepertiga potensi paru-paru tidak terpakai oleh mayoritas orang, karena sepertiganya tidak tersaluri dengan oksigen.

         Pernapasan biasa tidak menggunakan otot-otot selain pada tulang rusuk, sementara pernapasan dengan sengaja juga menggunakan anggota-anggota tubuh lainnya seperti badan, tenggorakan, kerongkongan dan wajah. Selain itu, termasuk manfaat rukuk dan sujud adalah membantu pernapasan dalam mengeluarkan udara kotor yang terendap dalam paru-paru.  Begitu juga bacaan tasbih pada saat rukuk dan sujud berpastisipasi dalam proses pernapasan tersebut. Namun proses pernapasan tersebut hanya dapat berarti jika udara masih bersih dan segar. Halitu merupakan syarat penting untuk memperoleh manfaat yang sehat. 

         Semakin bersih udara, semakin besar pula manfaatnya. Oleh karena itu, dapt disimpulkan bahwa manfaat besar bagi tubuh harus dengan udara bersih yang terdapat pada waktu Subuh atau shalat Subuh. Dengan menghirup napas dalam-dalam pada waktu ini, kecepatan aliran darah menuju otak semakin bertambah, sehingga otak akan memperoleh darah kaya oksigen. Hasilnya, otak juga lebih cepat menangkap kala berpikir, atau dengan kata lain, kegiatan tersebut bisa menambah kecerdasan. Oleh karenanya, pada saat inilah diproduksi hormon pertumbuhan yang penting untuk memperbaiki takaran, kualitas dan daya guna otak.
Share:

0 komentar:

Post a Comment

Copyright © Dwi Satya - BerBagi dengan HePi Dibuat dengan senang hati oleh: Dwi Agus