Menulis, Blog, Jember, Wisata, Budaya, Komunitas, Travel, Vlog, Video, Literasi, Tulisan, Buku, Tips dan Trik, Pramuka, Islami

Monday, June 27, 2016

Pertama kali menjadi mahasiswa, apa saja yang harus dilakukan?

Tentunya sangat senang sekali, karena momen ini adalah masa tranformasi dari masa sekolah ke bangku perkuliahan. 

Apa saja yang harus dilakukan ketika sudah berubah status menjadi seorang mahasiswa? Bagaimana membuat waktu semakin lebih bermakna lebih dari saat dibangku sekolah? Tentunya saya tidak akan bisa menjawab jika tanpa pengalaman. Tapi pengalaman yang bagaimana? Tentunya yang bagi saya adalah mudah dikenang dan bermanfaat. Sehubungan saat ini saya adalah menyandang predikat sebagai mahasiswa di Kota Jember, anda juga bisa membaca terlebih dahulu bagaimana suasana di kota Jember. 
Berikut saya sajikan beberapa hal terkait judul dipostingan ini:


1. Niatkan hanya untuk belajar 
Yang namanya niat, harus datang dari hati dengan tulus dan benar-benar karena keinginian pribadi, bukan karena ikut-ikutan orang lain. Niatkan jika kuliah akan membuat anda semakin sukses. Dapat mengubah pola hidup yang biasa saja menjadi luar biasa. Jika kia niatkan cara belajar kita semata karena hanya untu Allah, mengharap Rihdo Sang Illahi Rabbi, Insya Allah kemudahan akan datang dengan sendirinya. Tetapi ada satu yang tak boleh lupa, Ridho Allah adalah berada di Ridho orang tua, mari kita perbaiki diri dan benahi agar niat untuk belajar menjadi asupan yang harus dipenuhi.


2. Dapatkan teman (saudara) sebanyak-banyaknya.
Mendapatkan teman baru bukanlah hal yang sulit bagi kita. Tentunya bagi kalangan muda. Mahasiswa sudah menjadi figur yang baik dikalangan mahasiswa. Bukan berarti predikat menjadi mahasiswa sudah tak penting lagi menyapa seseorang. Jika saat ini kita (saya pribadi) masih sering ragu-ragu dalam menyapa seseorang, adalah hal yang harus dibenahi dan segera Hilangkan. Karena akan berdampak pada diri sendiri nantinya. Mendapatkan teman dari berbagai daerah di Indonesia adalah menyenangkan, saya sendiri menyadari. Anggap "Nusantara" yang sebenarnya akan didapat saat kita menjadi mahasiswa dan mulai banyak mengenal teman seluuh nusantara.

3. Ikutlah Organisasi Kampus
Seperti yang saya tahu, setiap sekolah mempunyai organisasi baik intra maupun ekstr, demikian juga dengan dunia kampus. Di Universitas tempat saya belajar contohnya. Berbagai organisasi kemahasiswaan akan menjadi pilihan menarik bagi mahasiswa baru. Bidang yang kita minati tidak akan hilang begitu saja, makanya ikut organisasi. Organisasi keagamaan, olahraga, karya tulis, kesenian dan lainnya kita bisa pilih sesuai minat dan bakat. Jika di SMA ikut Ekstra Musik, mengembangkan kelihain bermain drum adalah tepat jika di dunia kampus, semakin banyak teman dan semakin banyak kenalan yang juga sama halnya dengan minat kita. Lantas, apa pilihan saya pertama masuk di kampus. Pilihannya adalah ikut Organisasi Pramuka, lebih tepatnya Unit Kegiatan Mahasiswa.

4. Selalu berkabar kepada orang-orang terdekat.
Tepat sekali. Kalau Anda sudah lama merupakan adalah pelajar Kos, mungkin tidaklah kaget. Tapi bagi mahasiswa seperti saya, sejak TK sampai SMA hidup bersama keluarga dan pisah begitu saja selama hampir 17 tahun bersama mereka; tidak cukup tiga hari untuk menyesuaikannya. Bahkan dua semster berlalu saya masih belum mahir benar menyesuaikan hidup sendiri. Bukan manja lebih tepatnya, tapi kaget dan terkejut melihat kehidupan yang sesungguhnya. Betapa sulitnya hidup diluar orang tua ketika sudah terbiasa hidup bersama mereka. Alhamdulillah sampai saat ini saya menulis, sudah saya lalui selama 6 Semester dan juga masih hangat bayang-bayang hidup seatap dengan orang terdekat. Sekarang, orang terdekat adalah kamar sebelah. Tapi tidakkah semua teman bisa diajak curhat tentang kehidupan? Mungkin dari sekian ratus, hanya 2 atau 3 oang yang mampu memahami secara real.

5. Tunaikan kewajiban seperti biasanya, jangan menurun; bahkan harus lebih meningkat.
Sebagai umat Islam, Rukum Iman yang kedua harus terlaksana lima waktu setiap harinya. Bahkan saya rasa, bukan hanya umat Muslim saja, siapapun yang mempunyai Tuhan melaksanakan ibadah kepadaNya adalah kewajiban yang tiada tanding dari hal lain. Dimanapun bumi dipijak, langit harus tetap kita junjung; dan menjunjung langitlah yang tidak semua orang bisa, hanya memijak kaki saja mungkin sudah cukup. Maksud saya begini, dari kecil kita sudah diajarkan ibadah oleh orang tua, sampai pada titik akhir dan mereka harus berpisah dengan kita untuk menempuh ilmu (khususnya dikota lain). Dan ketika saatnya kita dilepas untuk belajar dikoa orang, pasti setiap orang tua berharap anaknya tetap melaksanakan kewajiban seperti halnya saat dirumah bersama mereka. Meski orang tua tak bisa mengontrol, mereka hanya satu kuncinya; adalah memberi kepercayaan kepada anak tercintanya.


Semoga yang membaca tulisan ini bisa tetap melanjutkan kewajibannya terhadap Tuhan, Agama, Orangtua dan NKRI. Aamiin...











Share:

0 komentar:

Post a Comment

Copyright © Dwi Satya Blog - Belajar Mengelola Hidup dengan Benar Didukung oleh Jemberwebsite.com