Blog didedikasikan kepada pengikut dan pembaca dalam hal pengalaman penulis dalam menyajikan tempat wisata (traveling), obyek pendidikan, jajanan, sosial budaya, ekonomi dan kehidupan jalanan.

Thursday, June 23, 2016

Selagi masih muda, meraih kesuksesan adalah menunda kenikmatan jangka pendek

Kunci menjadi orang sukses atau berhasil adalah mempunyai orientasi jangka panjang. 

Kenikmatan jangka pendek adalah santai, bermalas-malas, mengikuti kemaunan sendiri serta tidak disiplin. Disiplin membutuhkan penguasaan diri, pengendalian diri, tanggungjawab dan pengarahan diri. Perbedaan antara orang belum berhasil dan orang sukses adalah bahwa orang sukses adalah mempunyai kebiasaan melakukan hal-hal orang yang gagal tidak suka melakukannya. Resiko terbesar bagi orang yang tidak disiplin adalah kesuksesan akan tertunda-tunda.

Gunung Lemongan Lumajang, Jawa Timur
"Tidak mudah menuju puncak, 
banyak halang rintang yang dihadapi. 
Salah satunya suasana malam yang gelap."
Padahal hal-hal tersebut juga tidak disukai oleh orang sukses, tetapi orang sukses tetap saja melakukannya karena mereka menyadari karena bahwa ini merupakan harga yang harus dibayarkan untuk mencapai puncak kesuksesan nanti. Orang berhasil memperhatikan hasil yang menyenangkan, orang berhasil lebih memperhatikan cara atau metode yang menyenangkan. 

Disiplin merupakan prasyarat bagi siapapun yang ingin merasakan keberhasilan. Dengan disiplin kita dapat setiap saat mengevaluasi dan mengontrol rencana yang telah kita programkan. Jangan sampai ketika kita tidak disipilin kita mengevaluasi program di tengah jalan karena kesimpulannya hanya satu program tidak berjalan sebagaimana mestinya. Mulai hari ini mari kita rasakan, apakah benar dengan disiplin kita akan dibawa menuju kesuksesan? Hanya yang disiplin yang bisa merasakan.

Setiap orang adalah penting. Hindari sikap suka menganggap diri tidak penting. Ini adalah mental inferior atau rendah diri yang akan membuat matinya berbagai potensi kreatif yang ada di dalam diri kita. 

Sikap rendah diri, minder adalah produk ciptaan penjajah dahulu kala yang sampai saat ini masih membelenggu banyak orang disekitar kita. Orang yang menganggap dirinya tidak penting akan merasa enggan untuk melakukan sesuatu yang lebih, entah itu lebih baik atau lebih banyak. 

Orang itu juga selalu beranggapan sesuatu dari orang lain apalagi orang barat adalah yang paling benar sehingga kita terima begitu saja tanpa mau menelaah untuk adu pendapat. Namun sebaliknya jangan suka menganggap diri kita paling penting karena ini adalah mental para penjajah yang suka merampas hak-hak orang lain atau tidak merasa bersalah ketika tidak mengikuti aturan dan prosedur.

Orang lain dianggapnya akan selalu memaklumi bahwa setiap tindakannya adalah benar dan penting walaupun itu melanggar aturan atau salah prosedur. Penting atau tidak pentingnya diri kita itu jangan menurut kita sendiri, tetapi terserah penilaian orang lain, kita lakukan yang terbaik saja.

Terakhir kali, tidak ada cara untuk memulai yang lebih baik, kecuali anda segera mengakhirkan membaca postingan di blog ini dan segera bangkit. Lalu susunlah rencana dan tujuan karier. Saya berharap anda terbebas dari persoalan ekonomi di masa yang akan datang dan bisa mengisi kehidupan secara lebih baik dan lebih menyenangkan. Kesuksesan akan menjemput anda yang berjuang. Hilangkan rasa bimbang dan ragu, sebagaimana pepatah, “Musuh yang berbahaya di atas dunia ini adalah penakut dan bimbang ragu. Teman yang paling setia, hanyalah keberanian dan keyakinan yang tangguh”. Salam saya dari kawan muda, Kloposawit - Lumajang.
Share:

0 komentar:

Post a Comment

Copyright © Dwi Satya Blog - Belajar Mengelola Hidup dengan Benar Didukung oleh Jemberwebsite.com