Blog didedikasikan kepada pengikut dan pembaca dalam hal pengalaman penulis dalam menyajikan tempat wisata (traveling), obyek pendidikan, jajanan, sosial budaya, ekonomi dan kehidupan jalanan.

19 July 2016

Indahnya memaknai Idul Fitri bersama sahabat

Islam itu indah, mengajarkan untuk berbuat baik kesesama. Mengajarkan kita untuk bertoleransi dalam bidang muamalah.
"SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI"
Begitulah harus kita jawab "terimakasih ~ sama-sama" pada kawan kita yang beda agama, pada kawan kita yang berbeda keyakinan. Bukan menjadi masalah bagi saya. Selagi mereka masih baik, kita harus berupaya baik dan membalasnya dengan kebaikan juga.

Idul Fitri bersama Sahabat di Jember

Hari ini adalah penuh kebahagiaan bagi saya beserta keluarga, setelah sebulan lamanya menahan makan, minum dan segala nafsu yang membatalkan puasa ramadan. Pastinya, sebagai umat Islam siapa saja akan ada dan merasa lega bila mencapai di hari raya Idul Fitri. Hari kemenangan bagi umat Islam. Berbagai macam merek petasan dan kembang api sudah dinyalakan oleh anak-anak di sebelah rumah. Malam takbir telah berlalu, akan menjadi malam yang penuh kebahagiaan bagi mereka bisa merayakannya. Maklum, didesa saya kebiasaan menyalakan petasan adalah hal biasa. Jadi saya sudah pasti tak akan kaget jika menjumpai petasan dengan diameter batang pohon pepaya.

Selain membawa perasaaan senang, perasaan sedih juga harus saya akui. 

Ramadan telah berlalu, bagaimanapun juga umat Islam akan merindu kehadirannya. Momen yang langka setiap setahun sekali. Kebiasaan untuk buka bersama dengan Amir dan Orit di kos sudah berlalu. Menunggu antrian takjil di Masjid Al Baitul Amin alun-alun Jember sudah tidak ada lagi petugas yang membagikannya. Dan tentunya, saya akan merindukan suasana keramaian di sepanjang Jalan Kalimantan Jember yang selalu dipadati pengendara motor saat menjelang jam 16.30. Saya sadar, masih banyak hal yang belum sepenuhnya terpenuhi dibulan ramadan. Ibadah sunnah yang masih jauh dari kata sempurna. Padahal, ibadah apapun dibulan ramadan, Allah akan mencatatnya sebagai amal yang istimewa dibandingkan bulan lainnya. Bisa saja kita melakukan sholat sunnah dihari biasa, tapi tidak dengan sholat tarawih, hanya untuk bulan ramadan. Siapa yang tidak merindukan jika demikian?

Oleh karena itu, momen Idul Fitri ini mari kita sempurnakan segala perbuatan kita. 

Mari kembali ke Fitrah yang sebenarnya sebagai manusia. Sebagai ajang berbenah dan bermuhasabah. Ajang untuk silaturrahim bersama keluarga, sanak saudara, tetangga dan siapa saja umat Islam dimuka bumi ini. Saatnya untuk mengubah pola hidup yang lebih bermanfaat. Yang sebelumnya ibadah masih sering lalai, mari kita tingkatnya. Sebelumnya belum paham menjadi paham dan yang belum tahu menjadi tahu. Satu lagi, yang belum beristri, segera beristri. (!~bercanda boss). Pastinya, waktu yang tepat bagi kita umat Islam untuk berubah menjadi baik. Bismillah...
Share:

0 komentar:

Post a Comment

Copyright © Dwi Satya - BerBagi dengan HePi Dibuat dengan senang hati oleh: Dwi Agus