Menulis, Blog, Jember, Wisata, Budaya, Komunitas, Travel, Vlog, Video, Literasi, Tulisan, Buku, Tips dan Trik, Pramuka, Islami

Tuesday, December 20, 2016

Hampir tiga tahun, apa yang kita dapatkan? Meningkat atau jalan ditempat?

Hampir tiga tahun, apa yang kita dapatkan? Meningkat atau jalan ditempat?
---
Jika ada petanyaan yang demikian, pastilah saya tidak bisa menjawab dengan spontan. Masih perlu berpikir kembali ditinjau dari segi mana menilai tentang hal itu. Namun mari kita sejenak berpikir, bermuhasabah diri. Meninjau kembali apa yang telah dilakukan dimasa lalu. Masa lalu adalah tiga tahun lalu, sebulan lalu, kemarin, bahkan sedetik yang lalu Anda membaca postingan ini bisa digolongkan dan termasuk masa lalu.



Tentulah benar jika Allah dengan Firmannya “Demi Waktu”. Sesungguhnya akan benar-benar merugi bagi mereka yang tidak dapat memanfaatkan waktu dengan baik.

Saya sadar, segala penciptaan makhluk dimuka bumi ada maksud dan tujuannya. Saya paham, betapa banyak yang saya lakukan dimasa silam. Baik yang bisa diingat bahkan sampai yang terlupakan namun masih diingat oleh orang lain. Sebagai mahasiswa, dengan mendapat predikat Agent of Change selain menjadi prestasi yang baik, bagi saya hal ini juga menjadi tantangan. Bagaimana pola pikir yang baik dan menjadi manusia yang benar-benar sejati kepada dirinya, kepada masyarakat dan kepada Tuhan. Tentu, bagi saya sebutan agen perubahan ada kaitannya denga hal-hal yang harus diubah, terutama keberubahan dengan diri sendiri; manakala sikapnya yang pernah menyakiti orang lain, menyadi insan yang pemaaf dan pemurah. Sikap yang sombong menjadi orang yang bijaksana dan arif kepada semua orang. Tantangan bukan?

Saya masuk di Jember pertengahan 2013. Ajaran baru di era tersebut saya menyandang predikat sebagai mahasiswa. Senangnya bukan main. Namun hal ini jika harus diimbangi dengan berpikir ke masa depan untuk menanggung segala resiko yang akan dialami.

Memang benar.Sejatinya manusia adalah makhluk sosial. Selalu membutuhkan orang lain disetiap kegiatannya. Mulai dari bangun tidur sampai terlelap kembali diwaktu malam, pasti selalu membutuhkan orang lain. Hal ini juga akan berdampak pada keuntungan masing-masing individu atau yang biasa disebut Simbiosis Mutualisme. Seperti saya yang selalu membutuhkan Amir untuk belajar tentang nilai-nilai keafiran di Pondoknya, Gontor. Kepada Orit yang selelu memberikan nilai-nilai kehidupan berinteraksi dengan orang lain, cara berpikir dan bersikap yang dewasa.Hal ini semua saya lakukan dengan cara “Learning by doing”. Mereka tak mengajarkan saya, mereka tak meminta saya menjadi pendengar yang baik, bahkan mereka juga tak saya minta untuk menjadi seorang yang mengajari saya. Namun, mereka lakukan dengan suasana ikhlas dan tanpa disadari banyak nilai-nilai baik kasat mata maupun tersirat yang saya dapatkan darinya.

“Sudah tiga tahun, kalian mendapat apa?”
Saya mendapatkan mereka untuk hidup yang lebih baik. Semoga Allah memberi kebaikan pula kepada kalian, sobat.
Tulisan ini saya dedikasikan kepada sahahat yang selalu memberikan inspirasi terbaiknya.

Share:

0 komentar:

Post a Comment

Copyright © Dwi Satya Blog - Belajar Mengelola Hidup dengan Benar Didukung oleh Jemberwebsite.com