Blog didedikasikan kepada pengikut dan pembaca dalam hal pengalaman penulis dalam menyajikan tempat wisata (traveling), obyek pendidikan, jajanan, sosial budaya, ekonomi dan kehidupan jalanan.

15 December 2016

Tingkatkan solidaritas, saya singgah di sanggar bakti Pramuka Unair

Semua tentang Pramuka dan segala ceritanya, saya suka.
- - - - - 
Banyak yang harus manusia pahami, didalam setiap harinya berbagai aktifitas harus dilakukan dalam menunjang kehidupannya; banyak yang harus merasakan berbagai nikmatnya rejeki yang Tuhan berikan. Mulai dari bangun pagi sampai istirahat lagi saat malam. Begitulah seterusnya kehidupan akan terus berputar, termasuk dengan saya yang saat ini sebagai mahasiswa di Universitas Jember dan juga aktif sebagai pegiat Pramuka.

UNAIR, LOMBA BLOG, VLOG, UNIVESITAS AIRLANGGA
Bersama rekan-rekan anggota Pramuka Unair di sanggar bakti
Pramuka yang biasa masyarakat ketahui, adalah kegiatan ekstrakulikuler di sekolah, kegiatan bersenang-senang di akhir pekan bagi siswa-siswi, kemah, tali-temali dan menyalakan api unggun. Semua yang saya sebutkan adalah benar, memang demikian dalam kegiatan Pramuka semestinya  harus dilakukan. Dalam penerapanya, Pramuka terbagi menjadi 4 tingkatan, yang pertama adalah tingkatan SIAGA yang dikhususkan bagi adik-adik pada usia 7-10 tahun. Kemudian yang kedua adalah Pramuka PENGALANG, diusia ini adalah bagi mereka pegiat Pramuka yag berusia 11-15 tahun. Tingkatan selanjutnya, adalah Pramuka PENEGAK, bagi mereka yang memasuki masa SMA (sederajat) diusia 16-20 tahun dan yang terakhir adalah Pramuka PANDEGA untuk usia 21 -25 tahun.

Tentu bagi saya, saat ini dalam usia Pramuka Pandega segala hal yang berkaitan dengan Pramuka, mulai dari konsep diri dalam berpikir dan bertindak, kelakuan dan kepribadian sehari-hari, tata busana, gaya bicara, dan segala hal yang berkaitan dalam hal membangun karakter diri, saya dapatkan dalam Pramuka. Luar biasa, Pramuka membawa perubahan besar bagi diri saya. Untuk bisa menyatakan pendapat, agar bisa lebih percaya diri dimuka umum, mungkin tidaklah tercapai sampai saat ini jika Pramuka tidak mengantarkan saya. Kode kehormatan Pramuka yang menjadi pedoman bagi setiap insan Pramuka, sepuluh nilai Dasa Darma yang harus Pramuka pahami dan laksanakan saya sadar, tidaklah saya bisa melakukan itu semua. Namun dengan rasa semangat dan konsisten, saya mencoba untuk wajib melaksanakannya sebagai pembangun karakter diri dimasa depan.

Dalam mewujudkan maksud yang saya sebutkan diatas, tidak akan pernah tercapai tanpa adanya dorongan dari teman, saudara, dan pembina yang selalu mendukung dalam kegiatan apapun di Gugusdepan.  Saya akfif dan ikut UKM di Universitas Jember mulai dari awal masuk yang menyandang predikat sebagai mahasiswa sampai saat ini. Sungguh tidak lepas dari bantuan saudara seperjuangan tekam-teman anggoa Pramuka Unej dan pegiat Pramuka di Jawa Timur. Untuk itu, dalam menunjang aktifitas belajar di Pramuka, saya ingin selalu mencoba lebih mengenal banyak orang, banyak teman, yang tentunya juga sebagai pegiat Pramuka. Berkunjung ke sanggar bakti Pramuka Universitas Airlangga adalah pilihan tepat bagi saya.

Inilah cerita yang bagi saya menarik untuk Anda ketahui saat mengunjungi sanggar bakti Pramuka Unair:

1. Berangkat dari Jember tengah malam.

Saya sempatkan untuk berangkat dari Jember tengah malam. Perjalanan dari Jember untuk sampai di Surabaya normalnya menggunakan motor adalah 6 jam dengan kecepatan rata-ratya 60 km/jam. Sedangkan menggunakan bus antar kota, jika saya naik patas 4 jam sudah sampai; namun jika naik bus ekonomi bisa sampai 5 jam 30 menit untuk sampai di Terminal Purabaya Bungurasih, Sidoarjo. Jam 12 malam berangkat dari Terminal Tawang alun Jember dan sampai di Terminal Purabaya jam 4 pagi, hanya 4 jam perjalanan naik Bus Ladju (Patas). Kemuadia saya lanjutkan untuk mampi terlebih dahulu ke kantor Pramuka Kwarda Jatim, untuk bisa sampai kesana saya harus naik bus kota pukul setengah 6 (bus pertama) dan sampai di Terminal Bratang untuk naik angkot menuju Kwarda Jatim.

2. Saya baru pertama kali masuk ke Kampus Unair.

Dari dulu sampai saat ini menjadi mahasiswa, saya jarang melakukan studi banding ke kampus lain, termasuk kampus Universitas Airlangga yang terkenal dengan predikat jurusan kedokteran terbaik di Indonesia. Hal ini memang jarak tempat saya ke kampus di daerah Surabaya cukup jauh, jadi harus butuh waktu yang tidak sedikit untuk jalan-jalan antar kampus, jika tidak musim libur mungkin belum bisa. Belum punya pengalaman masuk ke lingkungan kampus UNAIR, bukan menjadi kendala bagi saya. Bermodal bertanya ke teman-teman SMA dan teman-teman Pramuka yang kuliah disana, saya mencoba bermanipulasi diangan-angan tentang arahnya. Saya sengaja tidak menggunakan fitur yang disediakan google petunjuk jalan, agar lebih hapal dan lebih kenal dengan haluan di Surabaya untuk sampai disanggar yang saya tuju.

3. Memberanikan pinjam motor ke teman walau sedikit sungkan.

Tidak lepas dari segala hal resiko yang ditimbulkan dari perjalanan, saya meyandari tingkat kemacetan di Surabaya lebih tinggi daripada di Jember. Untuk sampai disana, saya bisa menggunakan angkot ataupun ojek. Namun hal ini juga tentunya membutuhkan waktu yang cukup banyak untuk menunggu angkot dijalan raya, belum lagi jika ganti kendaraan (dioper). Bisa saja saya install aplikasi playstore (Go-Jek) untuk sampai kesana, tapi pasti membutuhkan dana yang tidak sedikit pula. Saya yakin, jika mengendarai motor sendiri pasti lebih murah, 15 ribu pertalite sudah cukup untuk pulang pergi kesana. Sebelum ke UNAIR, saya istirahat dulu satu jam ke Kwarda Jatim, untuk bertemu rekan-rekan pengurus disana. Alhamdulillah ada teman yang  motornya bisa dipinjam untuk berkunjung ke sanggar bakti Pramuka Unair, sekalian jalan-jalan melihat lebih banyak dan mengobati rasa penasaran di lewat di danaunya yang biasa saya lihat di youtube.

- - - - - - - -

Setelah melewati jalanan Surabaya yang cukup padat, dengan berbagai pertanyaan ke orang-orang untuk menuju kesanggar Pramuka Unair, saya tiba di tempat parkir Masjid UNAIR.

Lomba Blog Vlog Unair

Saya sengaja, sebelum ke sanggar Pramuka Unair saya sempatkan untuk mampir terlebih dulu ke masjid. Persiapan layaknya seorang tamu untuk silaturrahim ke rumah orang lain. Bekali diri dengan suasana senang, pertama kali menginjakkan kaki dikampus idamannya para calon dokter, kampus yang dikenal dengan danaunya dan segalanya tentang UNAIR saya belum terlalu dekat untuk menceritakannya, sebatas itu yang saya tahu.

Seorang mahasiswa (saya tahu dia adalah pegiat Pencak Silat, diseragamnya) memberikan arahan untuk menuju ke Student Center. "Silahkan samean masuk mas, kemudian belok kanan di Student Center nanti ada pintu masuk ke studio musik, lanjut saja ke lantai 2. Disana teman-teman Pramuka biasa berkumpul" papar seorang mahasiswa tersebut, herannya saya lupa tak menamakan namanya.

Saya terus berjalan menuju Student Center. Luar biasa! Di gedung inilah tempat berkumpulnya mahasiswa Universitas Airlangga untuk mengembangkan bakat dan minat organisasinya. Saya tidak tahu pasti jumlah ruangan untuk Ormawa/UKM, yang jelas lebih 20 ruangan sekilas saya lihat; karena kebutuhan waktu saya tidak sempat berkelilng dulu, yang pasti saya harus menuju dan sampai ke sanggar, tujuan awalnya kan memang kesana.

Loma Blog VLog Unair 2016

Kemudian, saya masuk ke gedung tersebut dan lansung menuju ke lantai 2. Luar biasa! UKM Pramuka Unair bersebelahan dengan UKM Resimen Mahasiswa, itulah pandangan pertama yang saya temui. Kebetulan, ada teman saya Alumni kegiatan Kemah Kebangsaan di Unesa 2014 lalu, Riza Mustofa sedang duduk istirahat di depan sanggar. Saya tahu, dia baru saja selesai bersih-bersih sanggar, saya disambut dengan suasana hangat. Sudah lama memang, semenjak kegiatan 2 tahun lalu, saya tidak pernah jumpa dengannya. Tahu-tahu saat ini, badannya makin berisi. Namun suasana masih kondusif, tampaknya para anggota sedang kuliah dan masih belum ada aktifitas di sanggar pukul 9 pagi. Maklum, hal ini juga karena baru saja selesai kegiatan, terbutki di depan sanggar masih tertumpuk tenda dan perlengkapan lainnya yang baru saja digunakan. Saya bersama Riza, masuk dan melanjutkan obrolan dalam sanggar.
Lomba Blog Vlog UNAIR 2016

Obrolan kami lanjut dalam sanggar, pembahasan dalam kegiatan yang dulu pernah sama-sama bersama menjadi topik hangat pembicaraan. Cerita kehidupan aktif dan ikut di UKM Pramuka Universitas Jember saya sampaikan, sebaliknya perjalanan aktif di UKM Pramuka Unair juga Riza ceritakan pada saya. Banyak hal yang belum kami ketahui selama 2 tahun ini, tentunya dalam membuat organisasi lebih hidup, seseorang mempunyai cara masing-masing. Bagi saya dan bagi Riza, tentunya berbeda.

Suasana sanggar yang nyaman, bersih dan tertata membuat semakin hangat dan semakin akrab obrolan, hal ini dibuktikan dengan anggota Pramuka Unair yang mulai berdatangan dari jam kuliah. Ada Munib, Hadi, dan Ery juga menyambut saya. Di Pramuka Unair, hal yang paling ditekankan kepada anggota adalah solidaritas. Hal ini terbukti, setiap kali kegiatan partisipasi dari anggota cukup antusias, bukan hanya dari anggota; bahkan dari purna anggota yang telah lulus dari Unair juga ikut dalam kegiatan. Dalam penerimaan anggota, Pramuka Unair juga menerapkan berbagai metode untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas yang mumpuni dalam bidang kepramukaan. Beberapa hal yang saya dapatkan dari obrolan dengan teman-teman disana, untuk menjadi anggota Pramuka Unair harus mengikuti beberapa al dibawah ini:

1.Sebelum menerima pendaftaran anggota baru, Pramuka Unair tiap tahun selalu mengikuti DISPLAY UKM/EXPO.

Tahun ini, Pramuka Unair mendapat apresiasi yang luar biasa. Mendapat juara 1 untuk kegiatan Display yang diselenggarakan oleh kampus. Jadi intinya, tiap tahun masing-masing UKM di Unair harus memberikan dan menampilkan sajian kepada mahasiswa baru, tujuannya adalah menarik peminat untuk bergabung ke masing-masing UKM, sebagai daya tarik untuk mengenalkan potensi masing-masing UKM. Dalam puncaknya, nanti akan ada welcome party bersama-sama dengan UKM lain.

2.Terima Tamu Racana.

Dalam tingkatan Pandega, anggota yang belum bergabung disebut tamu racana. Untuk menerima tamu tersebut, maka harus diadakan upacara penerimaan tamu. Bagi masing-masing Racana, tentulah berbeda cara menerima anggora barunya. Untuk di Pramuka Unair sendiri, peneriman tamu racana dilakukan dengan upacara, denga tujuan sebagai simbolis bahwasanya mereka calon anggota telah siap untuk menuju jenjang berikutnya.

3.Masa Orientasi 3 bulan.

Pramuka Universitas Airlngga memberikan waktu 3 bulan bagi calon anggota untuk berdinamika. Artinya, selama 3 bulan tersebut mereka punya kesempatan untuk mengetahui lebih banyak tentang Pramuka Unair dan segala administrasi, adat dan berbagai hal yang berhubungan dengan organisaasi. Waktu 3 bulan, bagi saya cukup untuk lebih mengenal ke anggota lain dan juga ke sesama calon anggota. Selain itu, masa oritentasi harus dibuktikan dengan keaktifan calon anggota dalam mengikuti latihan rutin tiap Jumat malam, serta mengikuti latihan fisik. Didalam penerimaan anggota, hal yang harus diketahui oleh calon angota adalah ‘Jalan Adat’. Dalam teknisnya, masing-masing pos ‘Jalan Adat’ di isi oleh Dewan Racana yang terdiri dari 5 pos secara berjenjang. Kemudian yang terakhir, calon anggoa harus mengikuti kegiatan “Forum Racana”. Dalam kegiatan ini adalah penentuan, siapa aja yang dianggap lulus dan siapa saja yang masih belum bisa bergabung menjadi anggota di Pramuka Unair.

- - - - -

Banyak hal yang sudah didapat oleh Pramua Unair. Baik prestasi dalam kampus maupun Nasional. Hal ini dibuktikan dengan berbagai kegiatan yang sudah terselenggara di tahun 2016. Kegiatan tahunan di Pramuka Unair meliputi: Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD), Latihan Pengembangan Kepemimpinan (LPK), Latihan Gabungan Perguruan Tinggi (UNAIR, UGM, ITS, DIPONEGORO), Ekspedisi Biru Kuning, Juara Kemah Akbar Surabaya, Latgabnas, Latsarnar, Kembaranas, Temu Karya Pramuka Pandega Perguruan Tinggi dan yang baru saja di ikuti Oktober kemarin adalah Panitia Pertinas SBH V 2016 di Blitar. Mendatang, 2017 akan segera dilaksanakan kegiatan yang sama yaitu Tegak Tangguh dan KMD.

Lomba Blog Vlog Unair


Dalam kehidupan dan berdinamika sehari-hari, sanggar Pramuka Unair menerapkan sistem satuan terpisah dalam segala pelaksanaan kegiatan. Baik rapat, kegiatan diluar maupun dalam ruangan. Hal ini sudah menjadi darah daging metode kepramukaan yang sudah tertanam sejak dulu di Pramuka Unair. Untuk menjaga kebersihan dan keamanan inventaris sanggar, juga diterapkan sistem piket yang diterapkan secara konsisten oleh anggota.

Saya apresiasi bagi teman-teman Pramuka Unair yang terus berjuang untuk Pramuka Indonesia. Patutlah dicontoh semangat teman-teman dalam menggapai prestasi untuk masa depan. Saya rekomendasikan bagi Anda yang sudah membaca tulisan saya ini untuk mengunjungi sanggar Pramuka Unair, senang sekali bisa mengenal 2 jam lebih dekat dengan kalian saudaraku. Semoga kita dipertemukan dikemudian waktu. Tulisan ini juga saya dedikasikan kepada pegiat Pramuka seluruh Indoneisa agar tetap semangat membawa panji Gerapan Pramuka ke arah yang lebih baik. Tulisan ini juga diikutsertakan dalam lomba Blog UNAIR 2016.
- - - - - - - - - - - - 

"Tingkatkan solidaritas, saya singgah di sanggar bakti Pramuka Unair"
Dwi Agusatya Wicaksana
dwisatya0@gmail.com

Web
Share:

3 comments:

  1. Waaahh.. Keren. Smoga kapan2 bisa singgah di sana .

    ReplyDelete
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    ReplyDelete
  3. Ayo kang, kesana... Perbanyak saudara...

    ReplyDelete

Copyright © Dwi Satya - BerBagi dengan HePi Dibuat dengan senang hati oleh: Dwi Agus