Blog didedikasikan kepada pengikut dan pembaca dalam hal pengalaman penulis dalam menyajikan tempat wisata (traveling), obyek pendidikan, jajanan, sosial budaya, ekonomi dan kehidupan jalanan.

Thursday, January 5, 2017

5 Tips menjadi Pewarta Warga (Citizen Journalist)

Sejatinya didalam dunia jurnalistik banyak hal yang didapat, saya sendiri sungguh menikmati hobi demikian ini. Sejak SMP saya mulai menekuni dunia kamera. Mulai merekam dari perangkat HP sampai kamera digital. Bahkan, mengenai perangkat saya rasa bukan menjadi kendala dalam mengembangkan hobi. Bukan batasan bagi siapapun penikmat hobi tersebut, hal ini juga bukan hanya dalam bidang perkamera-an.

Tips menjadi Pewarta Warga (Citizen Journalist)


Baru setelah kelas 8 menuju kelas 9 SMP saya mempunyai Kamera Pocket Casio dengan daya Baterai AAA x 2. Jadi saya harus mengganti baterai tiap kali selesai menggunakan dan buang. Karena memang baterai tersebut tidak layak jika diisi ulang, bisa; namun tidak bertahan lama.

Memasuki masa SMA, berkat menabung dan tambahan dari orang tua bisa upgrade perangkat ke Kamera Pocket Canon Powershot A2300. Memang sama-sama Kamera Pocket, namun saya rasa yang ini lebih unggul. Dengan kualitas kamera 16 mp dan video sudah HD, saya rasa cocok. Namun kecepatan frame videonya juga masih rendah. Tidak menjadi kendala bagi saya, yang penting merekam dan merekam. Berbekal hal tersebut, saat saya memasuki semester 4 dibangku perkuliahan saya bisa upgrade lagi ke Kamera Video (Camcorder) Samsung HMX-Q10TP yang saya gunakan sampai saat ini.

Menekuni dunia jurnalistik sebenarnya tidak banyak yang harus disiapkan. Yang penting Anda punya perangkat kamera bermodal Kamera Pocket, DSLR, Camcorder... Bisa! Bahkan saat ini, handphone sudah compatible dengan fitur video berbasis HD. Jadi, tanpa khawatir lagi, ditambah dengan stabilizer yang mumpuni. Bukan menjadi kendala bagi siapa saja untuk mengembangkan bakat ini.
Beberapa hal yang harus diperhatikan untuk menjadi Citizen Journalist (Perwarta Warga), terutama bagi pemula; berikut selengkapnya:

1. Percaya diri dengan perangkat Anda.
Apapun yang Anda bawa, orang lain tidak akan bertanya. Kecuali mereka yang sesama hobbi dan mempunyai minat yang sama dengan Anda. Jadi jangan khawatir dan batasi diri sendiri karena belum mempunyai perangkat yang bagus, minder untuk merekam. Sama halnya dengan saya dulu, memang disaat awal-awal untuk merekam cukup minder untuk menghadapkan kamera dimuka umum. Namun lama-lama jika sudah terbiasa yang tidak. Jika Anda saat ini punya handphone yang bisa buat merekam, pakai saja. Jangan menunggu Anda punya kamera dulu untuk merekam.

2. Berdandanlah yang sopan dimuka umum.
Hal ini sangat berpengaruh terhadap kredibiltas seorang Citizen Journalist. Meski kita seorang pewarta warga, bahkan semua orang tahu kita tidak punya KTA PERS, tenang saja. Dengan memakai pakaian yang sopan saya yakin Anda akan lebih dipercaya oleh masyarakat, bahkan bisa-bisa disangka seorang wartawan dari media X.

Namun demikian, tetap harus disadari bahwa Anda adalah seorang pewarta warga; dari warga, oleh warga, dan untuk warga. Berpenampilan pun jangan berlebihan, yang sedang-sedang saja sesuaikan dengan keadaan. Jika Anda sedang merekam didunia pendidikan, kampus misalnya; berpakaianlah yang sama dengan mereka, mengenakan baju ber-krah, celana jeans misal, dan bersepatu. Jika Anda merekam pengajian di Ponpes X, demikian juga harus bisa menyesuaikan sebisa mungkin.

3. Jangan pernah berpura-pura sebagai wartawan komersil (PERS).
INGAT! Bahwa Anda adalah seorang pewarta warga, bukan wartawan dari media; baik independen maupun komersil. Jangan pernah mencatumkan nama Anda sebagai Peliput untuk media X, dengan berpura-pura untuk mendapatkan informasi selengkap-lengkapnya. Harus diperhatikan, bahwa modal sebagai pewarta warga adalah kejujuran.

Boleh saja jika yang Anda minta informasi adalah warga pedesaan yang kurang dengan informasi dan pendidikan, namun jika yang Anda minta adalag seorang berpendidikan, Manager Perusahaan Andi misalnya; jika Anda ditanya mana KTA-nya mas? Apakah masih bisa mau jawab ketinggalan Pak! Jadi, jujur saja. Jika tidak diberikan informasi oleh narasumber, ganti yang lain. Orang lain masih banyak yang diminta untuk mendapatkan informasi.

4. Jangan merekam kegiatan berikut ini.
Ada banyak objek yang menjadi menarik jika kita rekam. Diantaranya tempat wisata, ruang publik, jalan raya, kampus, sekolah, pasar dan lain sebagainya. Namun Anda juga harus memperhatikan kaidah dan norma yang berlaku dimasyarakat. Undang-undang dan aturan pemerintah apapun tetap berlaku, disamping itu Anda juga harus memperhatikan aturan dimana tempat kita merekam tersebut. Saya hanya berbagi pengalaman yang pernah saya lakukan. Saya berharap hal ini tidak Anda lakukan setelah membaca tulisan ini. Jangan merekam orang yang sedang melakuka  aktifitas di pemandian atau kolam renang.

Boleh saja merekam, namun baiknya Anda minta ijin terlebih dulu boleh atau tidak untuk merekam orang tersebut. Bisa-bisa jika Anda tidak ijin, sepatu akan melayang dihadapan Anda. Jangan merekam orang yang sedang merokok. Tentu saja hal ini sangat dihindari oleh semua wartawan. Sudah jelas kan kenapa dilarang? Bahkan bisa saja liputan seorang wartawan tidak terbit gara-gara putung rokok yang dibawa seseorang masuk didalam videonya. Ketiga, jangan merekam Polisi dijalan raya yang sedang bekerja. Boleh merekam, namun harus ijin dulu. Saya pernah dipanggil gara-gara merekam aktitifas dua orang Polisi di salah satu pasar di Kota Jember, alhasil saya dapat peringatan.

5. Rekam, edit dan bagikan.
Tahap ini adalah yang paling penting bagi saya. Jika tidak ada kemauan dan kemampuan untuk merekam, video tidak akan pernah jadi. Demikian pula dengan tahap editing. Tahap ini bukan hanya edit video, namun juga unsur 5W+1H juga harus masuk. Anda dituntut untuk bisa menulis berita, memuat video yang sesuai dengan keadaan sebenarnya. Bahkan jika konsumsinya untuk kebutuhan Youtube, bisa ditambahkan Pengisi Suara untuk mempercantik hasil liputan tersebut.  Setelah proses editing dianggap sudah baik dan selesai, lalu bagikan. Jangan pelit dan minder dengan hasil yang Anda liput tersebut. Mungkin saja ada orang lain ada yang memberi apresiasi atas yang kita informasikan. Semakin banyak kita membagikan dimedia online, semakin banyak pula orang yang melihat karya kita. Jangan pernah berhenti untuk merekam.

Semoga bermanfaat bagi Anda yang akan terjun di dunia Pewarta Warga. Anda juga bisa bersinergi dan sharing mengenai dunia Citizen Journalist dengan mengirimkan email ke dwisatya0@gmail.com Salam Pewarta!

Share:

2 comments:

Copyright © Dwi Satya Blog - Belajar Mengelola Hidup dengan Benar Didukung oleh Jemberwebsite.com