Menulis, Blog, Jember, Wisata, Budaya, Komunitas, Travel, Vlog, Video, Literasi, Tulisan, Buku, Tips dan Trik, Pramuka, Islami

Monday, January 9, 2017

Berbekal di Pramuka, semoga bisa mengembangkan potensi Desa

Pramuka, bukan hanya menjadi minat saja, namun juga menjadi prioritas utama yang harus dikembangkan bagi anggota muda terutama pada usia dibawah 25 tahun. Dengan pemahaman yang berjenjang, dimulai dari pemberian tepuk dan bernyanyi di tingkat siaga sampai pada tingkatan tertinggi di usia muda yaitu Pandega.

Tentunya bagi siapa saja pegiat Pramuka, ikut aktif dan berperan serta (terjun langsung) dimasyarakat adalah tanggungjawab yang harus dilakukan oleh setiap orang, baik dengan secara berkelompok maupun dengan tekad pribadi. Sehingga pengamalan dan kode etik berpramuka benar-benar dan akan menjadi penerapan yang relevan dengan kemampuan peserta didik.



Besok, terhitung mulai 11 Januari 2017 saya akan kursus Bahasa Madura di Bondowoso

Selama 45 hari kedepan, saya akan mengikuti program Kuliah Kerja Nyata di kampus Universitas Jember. Hal ini adalah kewajiban bagi siapapun yang menyandang predikat mahasiswa. Saya rasa, dikampus lain juga sama. Untuk menempuh jenjang akhir, harus melalui tahap Kuliah Kerja terlebih dulu.

Saya diterjunkan di Desa Kladi, Kecamatan Cerme, Kabupaten Bondowoso; bersama 5 orang mahasiswi dan 4 mahasiswa lainnya, genap 10 orang dalam satu kelompok. Di Cerme sendiri, sebanyak 15 Desa akan diterjunakan mahasiswa Unej, kecuali di Desa Solor dan Jirek yang saya dapat informasi dibatalkan karena medan dan jarak yang terlalu berat bagi mahasiswa.

Perangkat Desa Kladi memberikan pelayanan terbaik kepada kelompok KKN 23

Sebelum penerjunan dilakukan, segala aktiftas mahasiswa yang akan mendiami posko di masing-masing Desa sedang disibukkan dengan berbagai kegiatan, termasuk pada Kelompok saya KKN 23 UNEJ. Survei pra kegiatan sebanyak 2 kali. Pada kunjungan pertama, Pak Didik selaku Kepala Desa masih belum bisa ditemui, akhirnya kami memutuskan kembali lagi untuk kedua kalinya dan berhasil. Kami diperhatikan bagaikan tamu spesial. Kami mendapat tempat tinggal yang gratis (biaya hidup penumpang ikut naik) tanpa biaya sewa seperti di tempat kelompok sebelah. Sebuah rumah untuk mahasiswa putri dan sebuah ruangan yang cukup di Kantor Desa untuk lima orang mahasiswa putra. Dengan demikian, bekal yang saya dapatkan di Pramuka, saya yakin akan benar-benar bermanfaat untuk proses keberubahan Desa tersebut dengan sinergi dari sembilan mahasiswa lainnya dalam satu kelompok yang saya ikuti. Semoga... Doakan  dan Aamiinkan...




Share:

1 comment:

  1. Aamiin...lancar kaka! Dan ilmu bahasa maduranya nanti bisa diajarkan ke saya, hehe

    ReplyDelete

Copyright © Dwi Satya Blog - Belajar Mengelola Hidup dengan Benar Didukung oleh Jemberwebsite.com