Menulis, Blog, Jember, Wisata, Budaya, Komunitas, Travel, Vlog, Video, Literasi, Tulisan, Buku, Tips dan Trik, Pramuka, Islami

Tuesday, January 10, 2017

Tips menjaga hubungan baik dengan teman, belajar mengelola hidup

Manusia yang sejatinya adalah makhluk sosial, selalu membutuhkan bantuan dimanapun ia berada. Tak memandang jarak, jauh atau dekat dengan wilayah perkotaan atau pedesaan, semuanya membutuhkan uluran tangan dari orang lain. Seperti saya yang membutuhkan penjual makanan di lingkugan kampus, seperti pedagang ayam yang membutuhkan penjual pisau, dan lain-lain termasuk saya yang membutuhkan pembaca dari postingan ini.



Hal ini adalah sesuai dengan sifat manusia yang cenderung saling memengaruhi satu dengan lainnya. Membutuhkan kebermanfaatan dari apa yang ia butuhkan. Mempunyai sifat mutualisme, dengan memberikan segala kebuhuan mempertimbangkan manfaat. Jika sama-sama saling memberikan keberpihakan, siapa yang tidak senang kak? Oleh karena itu didalam penerapannya dibutuhkanlah trik dan cara khusus agar Anda tetap awet menjaga hubungan baik dengan teman. Mari kita lanjutkan kebawah...

Ingin kenal seseorang untuk pertama kali, jangan menunggu orang lain untuk mengenalkan dirinya.
Berbicara mengenai perkenalan, saya tidak bermaksud mmberikan tips agar Anda bisa berkenalan kepada siapa saja, apalagi kepada lawan jenis atau istri  orang lain. Penekanan saya pada teman yang sebidang dengan Anda, misal: teman kantor, teman menunggu di ponten bus, teman satu kursi di pesawat atau yang lain. Saya sendiri, lebih suka untuk mengajak orang lain berkenalan daipada oarng lain terlebih dulu yang mengajak berkenalan dengan saya. Maka, trik susksesnya adalah pandangan Anda harus tetap fresh kepada orang tersebut. Jangan tanamkan muka lucet kepada mereka, apalagi dengan melihatkan suasana raut wajah yang sedang ada masalah besar dalam hidup.

Jika sudah saling kenal dan menjadi teman, jangan tanya dulu menganai pengalaman hidupnya. Hal in menjadi penting untuk kita sadari. Banyak kesalahan fatal yang dilakukan oleh orang-orang termasuk saya. Bertanya mengana pengalam hidup dari teman kita, belum tentu mereka juga menanggapi dengan suasana senang.  Tak sedikit mereka yang diam saja atau mengalihkan ke lain pembahasan.  Saran saya, jika Anda tak dimintai untuk memberikan pendapat, jangan tanya telebih dulu. Bisa-bisa malah menyandang predikat sok tau dari teman Anda. Contoh kecilnya seperti ini: “Bagaimana, sudah berapa mantap kamu sob?”. Baiknya pertanyaan ini tidak keluar dan berucap ke teman Anda, karena hal ini juga akan mengakibatkan makna yang berbeda pula. Bagaimana jika teman Anda memang tidak pernah pacaran, atau bahkan tidak memutuskan untuk punya pacara? Bukankan hal ini akan membuat mereka sedikit atau banyak tersinggung dengan pertanyaan tersebut.

Berilah hadiah kepada teman Anda.
Hadiah yang saya maksud bukan berarti selalu dalam bentuk bingkisan barang atau kado. Namun lebih cenderung pada hal-hal yang bersifat konsumtif. Misal Anda punya camilan, maka berilah setengah bungkus untuk teman Anda. Saya yakin teman Anda akan memakannya walau sedikit. Tanpadisadari, hal ini sudah menumbuhkembangkan potensi perhatian Anda kepada orang lain tersebut. Demikian halnya dengan diri Anda, jika diberi sesuatu oleh orang lain, lebih banyak menerima untuk mewujudkan terimakasih kepadanya. Memberi hadiah juga jangan terlalu sering, setiap hari memberikan hadiah maka tidak akan menjadi spesial bagi orang lain. Mereka akan menganggap bahwa pemberian Anda adalah sudah biasa. Intinya, buatlah pemberian kepada orang lain dengan suasanya yang spesial untuk dirinya. Bahkan, jika Anda punya uang lebih, membelikan yang ia sukai boleh-boleh saja asal sama-sama senang.

Mempunyai panggilan unik untuk teman Anda.
Dengan mempunyai panggilan yang unik, Anda bisa memberikan spirit bagi mereka bahwa dengan nama panggilannya itu mereka lebih merasa diperhatikan. Misal nama panggilan yang biasa terdengar dilingkungan Jawa: Cak, Kang, Lek, Yu, dll... Ataupun dengan mengganti nama mereka ke nama panggilan yang ia suka. Misalkan Andi yang suka dengan koleksi mainan bus mini, maka ia dipanggil dengan sebutan telolet, teman-teman memanggilnya dengan sebutan tersebut dan Andi juga tidak keberatan. Dengan hal ini, pertemanan akan semakin hangat dan akrab. Asalkan tidak mengandung sara, baik untuk dilakukan. Jangan memanggil mereka dengan nama Bapak atau Ibunya. Memang meskipun mereka tak marah, namun yang punya nama saya yakin tidak akan menyukainya jika namanya dibawa-bawa.

Ingat selalu ulang tahunnya, hari-hari istimewa dirinya dan hal menarik yang ia pernah lakukan.
Sama halnya dengan konsep pemberian kado diatas.  Hal ini lebih cenderung pada minta untuk memperhatikan orang lain. Siapa yang tidak senang jika ada orang lain yang perhatian kepada diri Anda? Ingatlah selalu tangggal lahirnya, baiknya pun Anda mencatat di buku harian atau dinding kamar agar tanggal yang dimiliki teman Anda tersebut tidak terlewat. Bisa juga Anda mengingatkan mengenai tanggal pernikahannya, tanggal lolos ujian S1, sidang skripsi atau pengalaman yang dianggap menarik oleh teman Anda. Dengan demikian, mereka akan merasa diperhatikan oleh Anda. Mereka akan merasa masih ada orang lain yang membutuhkan dirinya, masih ada yang mampu untuk mengingat hal-hal yang istimewa tentang dirinya, ada hal yang menarik tentang dirinya dan lain sebagainya.

Semoga dengan membaca tulisan ini, saya dan Anda tetap bisa mempertahankan pertemanan sampai tua nanti. Karena hidup tidak sendiri, butuhkanlah orang lain maka orang lain akan membutuhkan Anda. Semoga bermanfaat.

Share:

0 komentar:

Post a Comment

Copyright © Dwi Satya Blog - Belajar Mengelola Hidup dengan Benar Didukung oleh Jemberwebsite.com